PERGINYA PRESIDEN WANITA PERTAMA ASIA

Corazon Aquino

Corazon Aquino

Hari ini, Ahad, 1 Agustus 2009, dunia kehilangan lagi seorang tokoh perempuan. Setelah satu hari sebelumnya India kehilangan ikon perempuan, kali ini Philipina ditinggal mantan presiden legendarisnya, Corazon Aquino. Corazon Aquino, atau lebih dikenal sebagai, Cory Aquino, dilahirkan pada tanggal 25 Januari 1933 di Paniqui, Tarlac di Filipina, dari salah satu keluarga terkaya di Filipina dan keempat dari enam anak dalam keluarga. Terlahir dengan nama lengkap Maria Corazon Sumulong Cojuangco, Cory menapak ke dunia politik lewat jalan berliku. Situs Aquino.net menulis, Aquino telah dikirim ke St Scholastica’s College untuk sekolah dan muncul sebagai valedictorian di 1943. Dia masuk satu sekolah tinggi di tahun 1946 sebelum dikirim ke luar negeri untuk belajar Filadelfia. Dia kemudian pindah ke New York untuk belajar di sekolah biara Notre Dame dan College of Mount Saint Vincent. Selama waktu ini ia belajar seni liberal, lulus dengan Bachelor of Arts, lalu belajar hukum di Far Eastern University. Setelah itu, pada 1954, Cory menikah dengan Benigno Servillano Aquino, Jr. Calon senator muda itu, satu tahun setelah pernikahan mereka, terpilih menjadi walikota Tarlac. Karier suaminya terus bersinar, menjadi gubernur Tarlac, kemudian salah satu anggota senat Philipina. Karena terlalu kritis, akhirnya suaminya dijebloskan Presiden Ferdinand Marcos, seteru politiknya ke dalam penjara, lewat pemberlakuan Undang-Undang Darurat (Martial Law). Dari dalam penjara, ia masih sempat terpilih dalam pemilihan anggota senat, akhirnya dia diasingkan ke Amerika Serikat. Setelah itu, ia masih melanjutkan pendidikan di Far Eastern University. Selama mengikuti suaminya, Cory selalu mendiskusikan banyak hal dan kadang memberi masukan kepada suaminya, yang ketika itu sudah menjadi seorang politisi yang disegani tidak hanya di Philipina, tapi juga di dunia internasional. Tahun 1980, presiden Jimmy Charter mengijinkan keluarga Aquino diasingkan ke Amerika Serikat. Setelah tiga tahun tinggal dalam pengasingan di Boston, AS, akhirnya tahun 1983 suaminya memilih kembali ke Philipina untuk berjuang lagi di tanah air. Sayangnya begitu mendarat di Bandar Udara Internasional Philipina, ia ditembak oleh kelompok militer yang tak suka kepadanya. Kematian suaminya malah menjadikan motivasi bagi Cory, yang sebelumnya hanya mendampingi dan mendorong dari belakang layar, untuk terjun langsung ke panggung politik. Ia menggalang dukungan dan kekuatan massa. Sebuah pemilu di tahun 1986, yang digagas Marcos, ditentang habis-habisan oleh Cory, karena dilandasi kecurangan dan intimidasi oleh penguasa terhadap kelompok oposisi pimpinannya. Philipina dalam krisis politik yang parah. Akhirnya dalam sebuah pembangkangan sipil, yang juga melibatkan sejumlah Jenderal Philipina, seperti Fidel Ramos, drama di jalan Edsa yang legendaries, berhasil dimenangkan ibu empat anak ini. Ferdinand Marcos dan istrinya Imelda Marcos, serta Panglima Tentara Philipina, Jenderal Vabian Ver, mengungsi ke Hawai. Sebuah pengungsian hingga akhir hayatnya. Ia lalu melaju ke tampuk kekuasaan. Selama empat tahun, mulai 1988 sampai 1992, dia memerintah dan mengendalikan stabilitas politik dan ekonomi Philipina. Dia mulai menata demokrasi di Negara itu. Dalam sebuah pemilihan umum yang bersih, akhirnya ia turun dari kursi kepresidenan. Tapi ia telah meletakkan sebuah pondasi yang kuat bagi kepemimpinan perempuan di Asia Pasifik. Sekaligus dihitung sebagai salah satu negarawan yang disegani di Asia Pasifik. Sejak saat itu ia pension dari aktivitas politik. Ia hanya sempat muncul lagi sejenak di tahun 2004, ketika berkampanye untuk anaknya Benigno Simeon Aquino Junior, yang berjuang ke senat Philipina. Sekali lagi dia menunjukkan pengaruhnya. Dia berhasil mengantarkan anaknya ke kursi senat. Sejak Maret 2008, dia didiagnosa mengidap kangker usus besar, dan sempat mendapat kemoterapy dan operasi, tapi akhirnya, setelah 16 bulan melawan kangker yang dideritanya, perempuan perkasa ini tutup usia, di usianya yang ke-76 tahun. Dia tak hanya istri tokoh besar Philipina, tapi presiden dan pemimpin Philipina serta salah satu negarawan perempuan yang dimiliki negeri itu. Selamat jalan ibu Cory, damai bersamamu.

Sumber : Rusli

Satu Balasan ke PERGINYA PRESIDEN WANITA PERTAMA ASIA

  1. Bang Del mengatakan:

    Corazon Aquino mirip Megawati. Tapi sayang namboru kalah.. Selamat jalan Corazon Aquino..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: